Bank Amar Indonesia

PT Bank Amar Indonesia Tbk
Amar Bank
Nama sebelumnya
PT Anglomas International Bank (1991-2014)
Jenis perusahaan
Perseroan terbatas publik, anak usaha
Kode emitenBEI: AMAR
IndustriJasa keuangan
Didirikan15 Maret 1991 di Surabaya
Kantor pusatRDTX Square Lt. 11
Jl. Prof. DR. Satrio No. 164, Setiabudi, Jakarta Selatan
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh kunci
Vishal Tulsian (Presiden Direktur)
Navin Nahata (Komisaris Utama)[1]
PendapatanKenaikan Rp 1,33 triliun (2025)[1]
Kenaikan Rp 249,64 miliar (2025)[1]
Total asetKenaikan Rp 6,76 triliun (2025)[1]
Total ekuitasKenaikan Rp 3,42 triliun (2025)[1]
PemilikTolaram Group
Karyawan
1.351 (2025)[1]
IndukTolaram Pte. Ltd. (75,25%)
PT Jagat Raya Imajinasi (6,58%)
SBI Holdings, Inc. (5,63%)
Situs webamarbank.co.id

PT Bank Amar Indonesia Tbk (berbisnis dengan nama Amar Bank) adalah sebuah bank swasta non-devisa di Indonesia yang berfokus pada perbankan digital. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2025, bank kecil beraset Rp 6,7 triliun ini memiliki 3 kantor cabang yang tersebar di Jakarta dan Surabaya.[1]

Sejarah

Anglomas Bank

Pada mulanya Bank Amar didirikan pada 15 Maret 1991 dengan nama PT Anglomas International Bank, atau disingkat AMIN Bank yang mulai beroperasi sejak 2 Januari 1992. Adapun operasionalnya diresmikan pada April 1992 oleh Menteri Keuangan RI J.B. Sumarlin. Sama seperti kebanyakan bank pasca-Pakto 88, pendiri AMIN Bank berasal dari kalangan pengusaha, yaitu KITA Group yang berbasis di Surabaya.[2] Grup pimpinan keluarga Noto Suhardjo Wibisono (Lioe Kiem Tjauw), Hartini Wibisono (Tan Sioe Ing)[1] dan Bambang Sujanto (Lioe Ming Yen) ini lebih dikenal sebagai pendiri PT Kedawung Setia Industrial Tbk, salah satu pabrikan kemasan dan alat masak terkemuka.[3] Adapun pemegang saham utama AMIN Bank saat didirikan meliputi Harianto Wibisono, Heru Wibisono, Ali Sugiharto Wibisono dan Bambang Sujanto dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 24,5%-25%.[4]

Mulanya kantor pusat AMIN Bank berada di Jl. Songoyudan 44 Surabaya,[5] sebelum sempat berpindah berkali-kali termasuk ke Andhika Plaza Surabaya.[6] Dalam perkembangannya bank ini lebih dikenal sebagai bank kecil dengan skala bisnis terbatas. Mulai diberlakukannya Arsitektur Perbankan Indonesia membuat AMIN Bank sulit memenuhi kewajiban modal yang mencapai Rp 80 miliar di tahun 2007.[7]

Akuisisi Tolaram dan perubahan nama

Kondisi permodalan cekak tersebut memaksa keluarga Wibisono menjual mayoritas sahamnya ke investor baru. Pada Mei 2007 manajemen AMIN Bank meneken kesepakatan dengan sebuah perusahaan investasi bernama Wishart Investments Inc., British Virgin Islands.[6] Setelah akuisisi dan injeksi modal Rp 52,5 miliar, Wishart berhasil menguasai 90% saham AMIN Bank,[8] sedangkan sisanya masih dikuasai pemilik lama (Bambang Sujanto). Namun, kondisi keuangan bank ini tetap seret dengan pada 2010 hanya memiliki aset Rp 183 miliar dan modal inti Rp 84 miliar, sehingga statusnya hampir diturunkan menjadi bank perkreditan rakyat.[9][10] AMIN Bank pun sempat dikabarkan akan mengubah bisnisnya menjadi bank syariah dan pindah kantor pusat ke Jakarta.[11] Akhirnya, setelah penyuntikan tambahan, per tahun 2011 modal inti AMIN Bank telah mencapai Rp 102 miliar, sedangkan asetnya sebesar Rp 166,37 miliar yang dihimpun melalui 6 kantor cabang di Surabaya dan Jakarta.[12]

Belakangan Wishart mengubah namanya menjadi Tolaram Group Inc. pada tahun 2016. Adapun Tolaram merupakan konglomerasi global asal Singapura yang didirikan keluarga Tolaram, pengusaha keturunan India asal Malang, Jawa Timur. Tolaram selanjutnya menaikkan kepemilikan sahamnya di AMIN Bank menjadi 99%, sedangkan 1%-nya dikuasai Ghansham Jivatram.[4] Pada 10 Juli 2014, nama PT Anglomas International Bank resmi diganti menjadi PT Bank Amar Indonesia,[4] begitu juga nama dagangnya dari AMIN Bank menjadi Amar Bank. Perubahan nama ini berlaku efektif sejak Februari 2015.[13]

Setelah pergantian nama itu, Bank Amar mulai menancapkan dirinya dalam bisnis jasa keuangan nasional dengan menjadi salah satu pelopor industri teknologi finansial di Indonesia. Di bulan Juni 2014, mereka meluncurkan Tunaiku yang merupakan produk sejenis Kredit Tanpa Agunan, namun prosesnya lebih cepat dan mudah karena menggunakan aplikasi ponsel. Tunaiku bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk produk pinjaman daring peer to peer terawal di Indonesia. Secara khusus, Tunaiku membidik masyarakat unbanked dengan limit kredit hingga Rp 10 juta, yang pasarnya potensial di tengah lonjakan pengguna internet.[14] Mulanya pengelolaan Tunaiku ada di bawah perusahaan afiliasi PT Tunaiku Fintech Indonesia, namun sejak September 2018 menjadi ditangani sendiri oleh Amar Bank.[15] Dari awalnya hanya memiliki 1.000 nasabah,[16] di tahun 2020 Tunaiku bisa meraup 4,6 juta pengunduh aplikasi dan menyalurkan kredit hingga Rp 4 triliun.[17] Pegawai yang melayani Tunaiku pun naik pesat dari 17 pada 2014 menjadi 700 orang di tahun 2019.[16]

Mengikuti gelombang perbankan digital di Indonesia era pandemi COVID-19, pada 17 Agustus 2020 Bank Amar meluncurkan produk perbankan digitalnya bernama Senyumku (kini Amar Bank Digital). Senyumku diklaim sebagai aplikasi perbankan digital yang didukung teknologi intelligent banking dan kecerdasan buatan, dengan onboarding yang hanya memakan waktu 5 menit dan fitur-fitur pembantu kebiasaan menabung, melacak pengeluaran sehari-hari, dan berinvestasi secara teratur untuk masa depan.[18] Produk ini kemudian terus menambah fiturnya seperti adanya "celengan" hingga QRIS di tahun 2022.[19] Memasuki tahun 2024 tercatat Amar Bank Digital telah diunduh 1 juta pengguna.[1] Produk bank digital lain yang diluncurkan seperti embedded banking and financing di tanggal 5 Desember 2024, yang menargetkan pasar UMKM berupa layanan terintegrasi rekening, pembayaran dan kredit dalam satu sistem.[20]

Pemegang saham

Sejak tanggal 9 Januari 2020 PT Bank Amar Indonesia telah menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Bank ini melepas 1,2 miliar saham (15%) dengan harga penawaran Rp 174/lembar.[21] Dalam pencatatan saham ini, Tolaram Group sebagai pemegang saham pengendali juga menggelar private placement dimana perusahaan menawarkan saham kepada pihak ketiga untuk mendilusi (mengurangi) porsi saham yang mereka miliki. Aksi korporasi ini dilakukan untuk menyesuaikan aturan OJK, dimana perusahaan induk non-jasa keuangan tidak diperbolehkan memegang saham bank lebih dari 30%. Meskipun demikian, Tolaram tetap bertahan sebagai pemegang saham pengendali, dan per 2026 bisa memiliki 75% saham perusahaan.

Di samping Tolaram, Amar Bank belakangan juga menggaet beberapa pemegang saham minoritas. Investor strategis pertama adalah perusahaan yang mengelola produk sejenis Tunaiku, Investree Singapore Pte. Ltd. Fintech besutan Adrian Gunadi itu mengakuisisi saham Amar Bank mulai 2022, dengan persentase mencapai 13,84%. Kolaborasi pun dilakukan Investree dan Amar Bank dengan menghadirkan embedded banking CIH Premium.[22] Namun, akibat kesulitan keuangan yang dialami Investree sejak 2024, kerjasama keduanya pun dihentikan, disusul pelepasan seluruh saham fintech tersebut di bank ini. Sebagai pengganti Investree masuklah nama PT Jagat Raya Imajinasi yang membeli 6,59% saham AMAR.[23] Selanjutnya, pada Oktober 2025 perusahaan keuangan Jepang SBI Group ikut membeli 5% saham Amar Bank. Masuknya SBI diharapkan mampu menjadi dasar kolaborasi perusahaan dengan anak usaha maupun ekosistem layanan keuangan grup tersebut.[24]

Kantor

Bank ini berpusat di Jakarta, dan memiliki 5 kantor yang tersebar di Jabodetabek (RDTX Square - Cabang/Pusat dan Multika Building - Fungsional) serta Surabaya (Cabang Basuki Rachmat dan Wiyung).[1] Sebelum berpindah ke RDTX Square, kantor pusat Amar Bank berada di Surabaya.[25]

Manajemen

  • Komisaris Utama: Navin Nahata
  • Komisaris Independen: Zainal Abidin Hasni
  • Komisaris Independen: Ratna Heimawaty Zain
  • Direktur Utama: Vishal Tulsian
  • Direktur Kepatuhan: Thio Sucy
  • Direktur Retail Banking: Abraham Christo Lumban Batu
  • Direktur Teknologi Informasi dan Operasional: Kevin Kane Wardhana

Produk

Perseorangan

  • Aster
  • Amar Dana
  • Tabungan Amar Berjangka
  • Giro
  • Deposito
  • Tunaiku

Perusahaan dan Bisnis

  • Amar Dana
  • Giro
  • Deposito
  • Kredit Modal Kerja
  • Kredit Investasi
  • Kredit Pembiayaan Khusus
  • Pembiayaan Khusus Lembaga Keuangan

Pranala luar

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j "Laporan Tahunan 2025" (PDF). PT Bank MNC Internasional Tbk. Diakses tanggal 21 Januari 2022.
  2. ^ Bank AMIN Group Kita
  3. ^ Kembali ke pangkuan Islam: kisah perjalanan ruhaniah para muallaf
  4. ^ a b c Prospektus AMAR 2020
  5. ^ Pola kerjasama ideal antara bank umum dan BPR
  6. ^ a b Indonesia Bank Directory
  7. ^ Dunia EKUIN dan PERBANKAN
  8. ^ Wishart Investment Kuasai 90% Saham Bank Amin
  9. ^ inovasi-17-bank-mencipta-nilai-membangun-negeri_001
  10. ^ Bank Anglomas akan penuhi ketentuan modal minimal
  11. ^ Sebuah bank di Surabaya akan jadi bank syariah
  12. ^ Tentang Kami
  13. ^ Amin Bank Ganti Nama Jadi Amar Bank
  14. ^ Pendiri Tunaiku: Fintech Bisa Ubah Model Bisnis Bank di Indonesia
  15. ^ Batalkan pendaftaran jadi P2P lending, Tunaiku beroperasi di bawah bendera Amar Bank
  16. ^ a b Lima Tahun Beroperasi, Tunaiku Salurkan Pinjaman Rp 2 Triliun
  17. ^ Public Expose 2020 AMAR
  18. ^ Gaet Nasabah Milenial, Amar Bank Luncurkan Aplikasi Senyumku
  19. ^ Amar Bank Bakal Luncurkan QRIS di Aplikasi Senyumku
  20. ^ Amar Bank Hadirkan Embedded Banking, Apa Saja Layanannya?
  21. ^ Pemilik Fintech Tunaiku, Amar Bank Resmi Melantai di Bursa
  22. ^ Pasca-Akuisisi Amar Bank, Investree Mulai Langkah Embeded Banking untuk Para Lender
  23. ^ Investree Lepas 1,2 Miliar Saham Bank Amar, Muncul Investor Baru
  24. ^ Amar Bank Punya Pemegang Saham Baru dari Jepang, Ambil Kepemilikan 5 Persen
  25. ^ Pemindahan Alamat Kantor Pusat Amar Bank dari Surabaya ke Jakarta

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.