DF-61
| DF-61 | |
|---|---|
Rudal DF-61 pada Parade Kemenangan 2025 | |
| Jenis | Rudal balistik antarbenua |
| Negara asal | Tiongkok |
| Sejarah pemakaian | |
| Masa penggunaan | 2025–sekarang |
| Digunakan oleh | Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat |
| Sejarah produksi | |
| Produsen | China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT) |
| Spesifikasi | |
| Hulu ledak | MIRV (diperkirakan hingga 10 hulu ledak)[2] |
| Jenis Mesin | Roket padat tiga tahap |
| Daya jelajah | ~12.000–15.000 kilometer (7.500–9.300 mi)[1] |
| Sistem pemandu |
Sistem navigasi inersia, kemungkinan dengan pembaruan BeiDou |
| Alat peluncur |
Silo, peluncur jalan raya (TEL) |
Dongfeng-61 (Hanzi sederhana: 东风-61; Hanzi tradisional: 東風-61; harfiah: 'Angin Timur-61', DF-61) adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dikembangkan oleh Republik Rakyat Tiongkok. Rudal ini pertama kali diperkenalkan kepada publik pada Parade Kemenangan 80 Tahun Akhir Perang Dunia II di Beijing, 3 September 2025.[1]
Desain
Secara visual, DF-61 memiliki kemiripan dengan pendahulunya, DF-41, sehingga para analis memperkirakan rudal ini berfungsi sebagai penerus atau pengembangan lebih lanjut dari DF-41.[3] Menurut laporan Federation of American Scientists (FAS), meskipun DF-61 merupakan satu-satunya sistem senjata nuklir yang sepenuhnya baru dalam parade tersebut, belum jelas perbedaan signifikannya dengan DF-41.[4]
Spesifikasi
Berdasarkan analisis awal, DF-61 diperkirakan memiliki:
- Jangkauan: 12.000–15.000 kilometer (7.500–9.300 mi), cukup untuk mencapai Washington, D.C., dari Beijing.[1]
- Hulu ledak: Mampu membawa MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicle), dengan perkiraan hingga 10 hulu ledak, mirip dengan DF-41.[2]
- Peluncur: Menggunakan kendaraan peluncur TEL beroda 16, yang menunjukkan kesamaan ukuran dengan DF-41.[5]
Dalam parade tersebut, empat peluncur DF-61 ditampilkan, masing-masing menggunakan TEL HTF5980.[1]
Pengembangan
Pengembangan DF-61 merupakan bagian dari modernisasi besar-besaran kekuatan nuklir Tiongkok yang telah berlangsung selama dua dekade terakhir. Menurut Pentagon, pada pertengahan 2024, Tiongkok telah memiliki lebih dari 600 hulu ledak nuklir operasional dan diperkirakan akan melampaui 1.000 pada tahun 2030.[5]
DF-61 diduga merupakan salah satu dari dua sistem ICBM generasi baru yang dikembangkan Tiongkok, yang sebelumnya disebut sebagai DF-45 atau DF-51 dalam laporan-laporan awal.[5] Menurut Rick Fisher dari International Assessment and Strategy Center, sistem ini dirancang untuk melampaui kemampuan DF-41.[5]
Triad Nuklir
Parade 2025 menjadi pertama kalinya Tiongkok secara kolektif memamerkan ketiga pilar triad nuklir (darat, laut, dan udara). DF-61 menjadi komponen darat bersama dengan DF-31BJ, sementara komponen laut diwakili oleh Julang-3 (SLBM) dan komponen udara oleh Jinglei-1 (ALBM).[4]
Reaksi
Analisis Internasional
Tim FAS menyatakan bahwa peningkatan kekuatan nuklir yang ditampilkan "tampaknya bertentangan dengan kewajiban Tiongkok berdasarkan NPT dan berisiko merangsang peningkatan kekuatan nuklir di Amerika Serikat dan India—perkembangan yang tidak akan menguntungkan Tiongkok."[4]
Tanggapan Taiwan
Para pakar pertahanan di Taiwan menggambarkan DF-61 sebagai instrumen "penolakan politik", dengan potensi membawa hulu ledak nuklir yang ditujukan untuk mencegah intervensi asing, terutama dalam skenario konflik di seberang Selat Taiwan.[6]
Lihat pula
Referensi
- ^ a b c d Sabbagh, Dan (3 September 2025). "Nuclear triad and 'robot wolves': parade shows off array of Chinese weapons". The Guardian. Diakses tanggal 4 September 2025.
- ^ a b Center for Strategic and International Studies (CSIS) Missile Defense Project, dikutip dalam The War Zone.
- ^ Chan, Ryan (3 September 2025). "China Unveils New Nuclear Missiles for 'Global' Reach". Newsweek.
- ^ a b c Kuramitsu, Shizuka (October 2025). "China Displays Modernized Nuclear Forces". Arms Control Today.
- ^ a b c d Trevithick, Joseph (2 September 2025). "China's New DF-61 Intercontinental Ballistic Missile Breaks Cover". The War Zone.
- ^ Lin, Sean (3 September 2025). "China's new missiles may deter aid to Taiwan: Experts". Focus Taiwan (CNA). Diakses tanggal 4 September 2025.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.