Hyperodapedon
| Hyperodapedon Rentang waktu: Trias Akhir (terutama Karnium)
| |
|---|---|
| Rekonstruksi Hyperodapedon | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| (tanpa takson): | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Genus: | †Hyperodapedon Huxley, 1859
|
| Spesies tipe | |
| †Hyperodapedon gordoni Huxley, 1859
| |
Hyperodapedon adalah genus rincosaurus yang telah punah dari Trias Akhir. Rincosaurus merupakan arkosauromorfa herbivor berparuh yang berkerabat lebih dekat dengan garis keturunan arkosaurus—termasuk buaya, dinosaurus, dan burung—daripada dengan kadal atau rhynchocephalia. Hyperodapedon mempunyai tubuh kekar, tengkorak lebar, paruh tanpa gigi di bagian depan rahang, dan susunan pelat gigi yang sangat khusus untuk memotong serta menghancurkan bahan tumbuhan.[1][2]
Genus ini didirikan oleh Thomas Henry Huxley pada 1859 berdasarkan Hyperodapedon gordoni dari batuan Trias Akhir di sekitar Elgin, Skotlandia. Selama sebagian besar abad ke-20 dan awal abad ke-21, sejumlah rincosaurus dari India, Brasil, Argentina, Afrika, dan Amerika Utara dimasukkan ke Hyperodapedon. Karena fosil yang dahulu dirujuk ke genus ini ditemukan pada beberapa benua yang pada Trias masih tergabung dalam Pangaea, “Hyperodapedon” dalam arti luas menjadi salah satu fosil vertebrata darat penting untuk korelasi biostratigrafi Trias Akhir.[3][2]
Batas genus tersebut kemudian mengalami revisi besar. Analisis filogenetik sejak 2023 menemukan bahwa “Hyperodapedon” dalam pengertian luas kemungkinan parafiletik, karena beberapa spesies yang dahulu ditempatkan di dalamnya lebih dekat dengan genus hiperodapedontin lain daripada dengan spesies tipe H. gordoni.[4] Penelitian 2025 dan 2026 secara eksplisit menggunakan Hyperodapedon gordoni sebagai satu-satunya spesies yang secara pasti dipertahankan dalam genus tersebut, sementara sejumlah nama lain dikembalikan ke genus lama atau ditempatkan sementara dalam tanda kutip sampai revisi nomenklatur berikutnya.[5][6]
Penemuan dan penamaan
Fosil yang menjadi dasar Hyperodapedon ditemukan dalam batu pasir Trias di daerah Elgin, Skotlandia timur laut. Pada pertengahan abad ke-19, umur batuan Elgin menjadi bahan perdebatan karena fosil reptilnya mempunyai kombinasi ciri yang sulit dibandingkan dengan fauna yang telah dikenal saat itu.
Huxley memperkenalkan nama Hyperodapedon gordoni pada pertemuan Geological Society of London pada 1858; laporan tersebut terbit pada 1859 sebagai bagian pembahasan Roderick Murchison mengenai umur batuan Elgin.[7] Nama spesifik gordoni menghormati Dr. Gordon, seorang pendeta dan naturalis lokal yang berhubungan dengan penemuan fosil tersebut.
Huxley kemudian memberikan deskripsi tambahan. Penelitian modern terbesar atas material Skotlandia dilakukan Michael J. Benton pada 1983, yang menelaah sisa sekitar 35 individu dan merekonstruksi anatomi, fungsi rahang, indra, postur, dan pola makannya.[1]
Sejarah taksonomi dan spesies
Taksonomi Hyperodapedon berubah berkali-kali selama lebih dari satu setengah abad. Dua konsep perlu dibedakan: Hyperodapedon dalam arti luas, yang memasukkan spesies dari banyak benua, dan Hyperodapedon dalam arti sempit, yang didukung sejumlah analisis terbaru dan membatasi genus pada spesies tipe H. gordoni.[4][6]
H. gordoni
Hyperodapedon gordoni adalah spesies tipe dan satu-satunya spesies yang secara konsisten tetap berada dalam genus pada seluruh skema taksonomi modern. Fosilnya berasal dari Lossiemouth Sandstone Formation di sekitar Elgin. Benton memperkirakan panjang tubuhnya sekitar 1,3 meter, dengan tengkorak dewasa yang diteliti sekitar 13–18 cm.[1]
Dalam analisis terbaru yang memecah genus historis, H. gordoni menjadi takson acuan bagi penentuan apakah rincosaurus hiperodapedontin lain cukup dekat untuk dimasukkan ke Hyperodapedon.[4][6]
H. huxleyi / Paradapedon huxleyi
Richard Lydekker menamai Hyperodapedon huxleyi pada 1881 berdasarkan fosil dari Formasi Maleri di India. Friedrich von Huene kemudian mendirikan genus Paradapedon untuk bentuk India pada 1938. Benton (1983) mengembalikannya ke Hyperodapedon karena banyak kesamaan dengan spesies Skotlandia.[1]
Dalam skema taksonomi yang mengikuti pemecahan genus terbaru, kombinasi Paradapedon huxleyi kembali digunakan.[5]
H. sanjuanensis / Scaphonyx sanjuanensis
Rincosaurus sangat melimpah di Formasi Ischigualasto di Argentina. Spesies yang kemudian dikenal sebagai Hyperodapedon sanjuanensis mula-mula ditempatkan dalam genus Amerika Selatan Scaphonyx. Langer dan Schultz pada 2000 memindahkannya ke Hyperodapedon sebagai bagian dari perluasan diagnosis genus.[8]
Analisis 2023–2026 kembali mempertanyakan apakah spesies tersebut dapat ditempatkan dalam genus yang sama dengan H. gordoni. Sejumlah penelitian terbaru karena itu menggunakan bentuk “Hyperodapedon sanjuanensis” dengan tanda kutip untuk menunjukkan bahwa penempatan generiknya belum stabil.[5][9]
H. huenei
Hyperodapedon huenei dideskripsikan oleh Max C. Langer dan Cesar L. Schultz pada 2000 dari Formasi Santa Maria di Rio Grande do Sul, Brasil. Holotipenya berupa tengkorak dan mandibula yang hampir lengkap dari Inhamandá. Nama spesifiknya menghormati Friedrich von Huene.[8]
Dalam analisis Langer dan Schultz, spesies itu merupakan anggota basal dalam konsep Hyperodapedon yang luas. Dalam taksonomi sempit terbaru, namanya kerap ditulis “Hyperodapedon huenei” sampai tersedia revisi genus yang lebih pasti.[5]
H. mariensis / Macrocephalosaurus mariensis
Rincosaurus Brasil Macrocephalosaurus mariensis dideskripsikan Jaci Antonio Louzada Tupi-Caldas pada 1933. Pada akhir abad ke-20 spesies ini ditempatkan dalam Hyperodapedon sebagai H. mariensis.[8]
Analisis Fitch dan rekan-rekan pada 2023 menemukan bahwa M. mariensis tidak berkelompok dekat dengan H. gordoni dan merekomendasikan pengaktifan kembali genus Macrocephalosaurus.[4] Studi 2025–2026 mengikuti interpretasi tersebut.[5][6]
H. tikiensis
Debarati Mukherjee dan Sanghamitra Ray mendeskripsikan Hyperodapedon tikiensis pada 2014 dari Formasi Tiki di India. Spesies tersebut didiagnosis berdasarkan sejumlah karakter kranium dan rangka postkranium, termasuk bentuk proses basipterigoid, pelat gigi maksila, vertebra punggung, skapula, humerus, ilium, dan femur.[10]
Mukherjee dan Ray menemukan dua morfotipe pelat gigi maksila dan menafsirkannya sebagai variasi selama pertumbuhan.[10] Penelitian 2025 menegaskan pentingnya umur individu dalam menilai jumlah baris gigi, dan dalam skema terbaru nama spesies ini sering ditulis “Hyperodapedon tikiensis”.[5]
Deskripsi
Ukuran dan bentuk tubuh
H. gordoni merupakan hewan berempat kaki dengan tubuh pendek dan kekar. Benton memperkirakan panjang dewasa sekitar 1,3 m, sedangkan beberapa hiperodapedontin yang dahulu dimasukkan ke Hyperodapedon dapat jauh lebih besar.[1]
Tubuh ditopang tungkai kuat. Tungkai depan kemungkinan mempunyai postur agak menyamping, sedangkan tungkai belakang lebih semi-tegak. Kombinasi tersebut sesuai dengan hewan darat berbadan berat yang bergerak dekat permukaan tanah.[1]
Analisis evolusi ukuran tubuh menunjukkan adanya setidaknya dua peningkatan ukuran independen dalam sejarah Rhynchosauridae, salah satunya terjadi pada garis hiperodapedontin.[2]
Tengkorak dan indra
Tengkorak hiperodapedontin lebar dan kurang lebih segitiga jika dilihat dari atas. Moncongnya berakhir pada premaxila yang termodifikasi menjadi paruh mengarah ke bawah. Pada hewan hidup, bagian tanpa gigi tersebut kemungkinan ditutupi selubung keratin.
Benton menemukan bahwa H. gordoni mempunyai rongga hidung besar dan mata dengan cincin osikel sklerotik. Ia menafsirkannya sebagai indikasi penciuman yang baik dan penglihatan yang sesuai aktivitas siang hari.[1] Tidak terdapat membran timpani seperti pada banyak reptil modern, tetapi hewan itu kemungkinan tetap dapat menerima getaran suara melalui jaringan di sekitar tulang kuadrat dan bagian tenggorokan.
Paruh dan pelat gigi
Bagian depan rahang merupakan salah satu ciri paling khas rincosaurus. Premaxila membentuk paruh tanpa gigi, sedangkan bagian posterior maksila dan palatina membentuk pelat gigi lebar dengan banyak baris gigi kecil. Sebuah atau beberapa alur longitudinal membelah pelat. Bilah dentarium pada rahang bawah masuk ke alur tersebut ketika mulut menutup dan menghasilkan gerakan yang menyerupai gunting atau pencacah.[1][5]
Gigi tidak mengalami pola penggantian normal seperti pada sebagian besar reptil. Gigi baru berkaitan dengan pertumbuhan bagian belakang pelat dan rahang, sementara gigi lama mengalami aus. Sistem tersebut menghasilkan permukaan pengolahan makanan yang berubah sepanjang pertumbuhan.[1]
Jumlah baris gigi dahulu sering digunakan sebagai karakter taksonomi, tetapi studi ontogeni 2025 menunjukkan bahwa jumlahnya dapat berubah nyata selama perkembangan. Spesimen perinatal Macrocephalosaurus mariensis yang memiliki tengkorak hanya sekitar 2,5 cm menunjukkan jauh lebih sedikit baris gigi dibandingkan individu dewasa.[5]
Paleobiologi
Makanan
Hyperodapedon dan kerabat hiperodapedontinnya merupakan herbivor. Berdasarkan pola aus gigi dan bentuk rahang, Benton menyimpulkan bahwa H. gordoni memakan tumbuhan yang alot atau berserat, bukan bahan yang sangat keras.[1] Paruhnya kemungkinan digunakan untuk mengambil atau memotong bahan tumbuhan sebelum lidah dan pelat gigi memindahkan serta mencacah makanan di bagian belakang mulut.
Hipotesis lama kadang menghubungkan kepunahan rincosaurus dengan hilangnya jenis tumbuhan tertentu. Hubungan sebab-akibat langsung tersebut sulit dibuktikan dan tidak lagi dianggap sebagai penjelasan tunggal yang memadai.
Kemampuan menggali
Benton membandingkan cakar tungkai belakang H. gordoni dengan mamalia modern dan mengusulkan kemampuan menggaruk atau menggali tanah.[1] Fungsi tersebut mungkin berkaitan dengan pencarian bahan tumbuhan atau pembuatan tempat perlindungan.
Dugaan kemampuan menggali memperoleh konteks baru dari temuan Argentina. Empat juvenil “H. sanjuanensis” ditemukan sebagai rangka yang hampir lengkap dan berartikulasi dalam ruang terbatas. Colombi dan rekan-rekan pada 2025 menilai skenario paling mungkin adalah bahwa hewan-hewan tersebut mati ketika berkumpul dalam struktur bawah tanah, mungkin sebuah liang.[11]
Interpretasi tersebut belum membuktikan bahwa semua hiperodapedontin merupakan penggali khusus, tetapi menunjukkan kemungkinan perilaku fossorial atau penggunaan tempat perlindungan bawah tanah.
Perilaku sosial
Kumpulan empat juvenil di Ischigualasto juga menjadi bukti potensial perilaku agregasi. Individu-individu tersebut memiliki ukuran hampir sama, ditemukan berdekatan, dan tidak menunjukkan tanda pengangkutan jauh setelah kematian.[11] Penulis mengusulkan bahwa berkumpul dapat berkaitan dengan perilaku sosial, estivasi, atau penggunaan liang bersama dalam iklim Trias yang sangat musiman.
Pemangsaan
Hiperodapedontin hidup bersama sejumlah predator besar. Pada material India, bekas gigitan pada fosil “Hyperodapedon” digunakan untuk menilai hubungan pemangsa–mangsa di Formasi Tiki.[12]
Pada material Elgin, Benton juga mencatat kerusakan yang dapat berkaitan dengan pemakan bangkai.[1]
Klasifikasi
Rincosaurus pernah dianggap dekat dengan Rhynchocephalia, tetapi penelitian anatomi modern menunjukkan bahwa kedua kelompok tidak berkerabat dekat. Rhynchosauria merupakan bagian dari Archosauromorpha, kelompok diapsida yang juga mencakup arkosaurus dan beberapa garis keturunan Trias yang telah punah.[1][2]
Dalam Rhynchosauria, Hyperodapedon merupakan anggota Hyperodapedontinae, klad rincosaurus Trias Akhir dengan alat maksila–mandibula yang sangat terspesialisasi.[5]
Konsep genus luas
Pada 2000, Langer dan Schultz memperluas Hyperodapedon agar memasukkan H. gordoni, H. huxleyi, H. huenei, material yang sebelumnya disebut Scaphonyx, dan S. sanjuanensis.[8] Konsep tersebut kemudian menjadi standar dalam banyak penelitian, termasuk analisis Mukherjee dan Ray (2014).[10]
Dalam skema tersebut, perbedaan antarspesies diperlakukan sebagai variasi dalam satu genus kosmopolitan.
Masalah parafili
Penemuan rincosaurus baru mengubah pola tersebut. Analisis Fitch dan rekan-rekan (2023) menempatkan beberapa bentuk yang dahulu disebut Hyperodapedon di berbagai bagian pohon Hyperodapedontinae, dengan Teyumbaita dan genus lain berada di antara mereka.[4] Jika semua spesies itu tetap dimasukkan ke Hyperodapedon, genus tersebut menjadi parafiletik.
Revisi 2025–2026
Morais dan rekan-rekan (2025) mempertahankan hanya H. gordoni sebagai Hyperodapedon yang valid dan menggunakan kembali beberapa nama genus historis.[5] Pendekatan ini diperkuat Schiefelbein dan rekan-rekan (2026) ketika mendeskripsikan Isodapedon varzealis dari Brasil. Analisis mereka mendukung pembatasan Hyperodapedon pada spesies tipenya.[6]
| Nama dalam klasifikasi luas | Penggunaan dalam sejumlah penelitian terbaru | Daerah utama |
|---|---|---|
| Hyperodapedon gordoni | Hyperodapedon gordoni | Skotlandia |
| Hyperodapedon huxleyi | Paradapedon huxleyi | India |
| Hyperodapedon mariensis | Macrocephalosaurus mariensis | Brasil |
| Hyperodapedon sanjuanensis | “Hyperodapedon sanjuanensis” | Argentina dan Brasil |
| Hyperodapedon huenei | “Hyperodapedon huenei” | Brasil |
| Hyperodapedon tikiensis | “Hyperodapedon tikiensis” | India |
| Hyperodapedon stockleyi | Supradapedon stockleyi | Tanzania |
Penggunaan tanda kutip menunjukkan bahwa nama spesifik masih dipakai sementara kombinasi generiknya belum stabil.[5] Karena revisi ini sangat baru, banyak karya, museum, dan basis data masih menggunakan konsep Hyperodapedon yang lebih luas.
Persebaran
Dalam pengertian historis yang luas, Hyperodapedon merupakan salah satu rincosaurus paling kosmopolitan. Fosil yang pernah ditempatkan di dalam genus atau dibandingkan langsung dengannya dilaporkan dari Skotlandia, India, Argentina, Brasil, Tanzania, Zimbabwe, dan Amerika Utara.[3][2][4]
Dalam klasifikasi sempit 2026, persebaran genus Hyperodapedon sendiri jauh lebih terbatas karena hanya H. gordoni yang pasti dimasukkan. Persebaran global tersebut lebih tepat disebut persebaran Hyperodapedontinae atau kompleks “Hyperodapedon” dalam penggunaan historis.
Biostratigrafi
Kelimpahan hiperodapedontin dan penyebarannya di Pangaea membuat kelompok tersebut penting dalam korelasi lapisan Trias Akhir. Langer (2005) menggunakan kemunculan Hyperodapedon dalam pengertian luas sebagai salah satu indikator fauna Ischigualastian pada Karnium. Fauna serupa dikorelasikan antara Formasi Ischigualasto di Argentina, Formasi Santa Maria di Brasil, Formasi Maleri Bawah di India, dan Pebbly Arkose di Zimbabwe.[3]
Di Brasil, istilah Hyperodapedon Assemblage Zone tetap digunakan sebagai satuan biozonasi untuk bagian Supersekuen Santa Maria. Nama zona tersebut merupakan istilah stratigrafi historis dan tidak otomatis berubah meskipun genus Hyperodapedon secara taksonomis kemudian dibatasi.
Perubahan taksonomi terbaru justru menunjukkan risiko penggunaan satu genus sebagai fosil indeks global tanpa memperhatikan keragaman filogenetik: fosil dari benua berbeda yang dahulu dipandang sebagai spesies satu genus ternyata mungkin mewakili beberapa garis keturunan terpisah.[4][6]
Paleoekologi
Skotlandia
Batuan Lossiemouth tempat H. gordoni ditemukan mewakili lingkungan Trias Akhir yang relatif kering dan berpasir. Banyak rangka ditemukan dengan gangguan fisik yang relatif kecil setelah kematian, meskipun beberapa menunjukkan tanda kerusakan atau pemangsaan bangkai.[1]
Amerika Selatan
Formasi Ischigualasto merupakan salah satu fauna vertebrata Trias Akhir paling terkenal karena mengandung dinosaurus awal, cynodont, dicynodont, pseudosuchia, dan rincosaurus. Bentuk yang secara tradisional disebut H. sanjuanensis sangat melimpah; satu kajian menyatakan fosilnya mewakili sekitar 60% vertebrata yang ditemukan dalam bagian tertentu fauna tersebut.[11]
Di Brasil selatan, hiperodapedontin hidup bersama dinosauromorfa awal, cynodont, pseudosuchia, dan berbagai arkosauromorfa lain. Penemuan Isodapedon serta pengakuan kembali Macrocephalosaurus menunjukkan bahwa komunitas rincosaurus Brasil lebih beragam daripada yang diperkirakan ketika hampir seluruh material dimasukkan ke Hyperodapedon.[5][6]
India
Fauna Formasi Maleri dan Tiki mencakup hiperodapedontin bersama berbagai arkosauromorfa, cynodont, dan predator besar. Bukti bekas gigitan pada material yang disebut Hyperodapedon menunjukkan bahwa rincosaurus merupakan bagian penting jaringan trofik darat pada Trias Akhir.[12]
Pertumbuhan dan ontogeni
Rincosaurus menambah gigi dan mengubah bentuk pelat rahangnya seiring pertumbuhan. Penelitian material juvenil terbaru menunjukkan bahwa perubahan tersebut dapat memengaruhi karakter yang sebelumnya digunakan untuk memisahkan spesies.[10][5]
Spesimen Brasil CAPPA/UFSM 0295 yang dideskripsikan pada 2025 hanya mempunyai panjang tengkorak sekitar 2,5 cm dan gigi hampir tidak menunjukkan aus. Penulis menafsirkannya sebagai individu perinatal atau sangat muda dari Macrocephalosaurus mariensis, menjadikannya salah satu anak arkosauromorfa daratan tertua yang diketahui.[5]
Meskipun sangat muda, spesimen itu sudah menunjukkan beberapa karakter hiperodapedontin, tetapi jumlah baris giginya jauh lebih rendah daripada individu dewasa. Temuan tersebut menunjukkan bahwa analisis taksonomi yang mengandalkan hitungan gigi tanpa memperhitungkan ontogeni dapat menghasilkan penempatan filogenetik yang keliru.[5]
Kepunahan
Rincosaurus muncul pada Trias Awal dan menjadi salah satu kelompok herbivor darat paling berhasil pada Trias Tengah hingga awal Trias Akhir. Hiperodapedontin mencapai persebaran luas pada Karnium, tetapi kemudian mengalami penurunan besar.
Sebagian besar rincosaurus menghilang menjelang akhir Karnium atau awal Norium. Teyumbaita dari Brasil pernah dianggap sebagai salah satu kemungkinan rincosaurus yang bertahan lebih muda, meskipun penanggalan lapisan dan korelasi antarwilayah terus diperbaiki.[13][2]
Penyebab kepunahan belum diketahui pasti. Perubahan iklim, vegetasi, kompetisi ekologis, dan reorganisasi fauna darat pada Trias Akhir semuanya dapat berperan; tidak ada bukti cukup untuk menghubungkan hilangnya kelompok hanya dengan satu jenis tumbuhan atau satu kejadian tunggal.
Pentingnya dalam paleontologi
Hyperodapedon penting dalam sejarah paleontologi karena fosil Elgin membantu ahli geologi abad ke-19 memahami umur batuan reptil Elgin, kemudian menjadi model utama bagi anatomi dan fungsi alat makan rincosaurus, dan akhirnya menjadi contoh perubahan klasifikasi ketika analisis filogenetik modern memecah genus yang sebelumnya dianggap kosmopolitan.[7][1][6]
Monografi Benton (1983) tetap menjadi salah satu studi anatomi fungsional klasik terhadap reptil Trias.[1] Revisi 2023–2026 memperlihatkan bagaimana peningkatan jumlah spesimen, karakter anatomi, informasi ontogenetik, dan metode filogenetik dapat mengubah batas sebuah genus yang telah digunakan selama lebih dari satu abad.[4][5][6]
Lihat pula
- Rhynchosauria
- Hyperodapedontinae
- Archosauromorpha
- Teyumbaita
- Formasi Ischigualasto
- Formasi Santa Maria
- Trias Akhir
- Pangaea
Referensi
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o p Benton, Michael J. (1983). "The Triassic reptile Hyperodapedon from Elgin: functional morphology and relationships". Philosophical Transactions of the Royal Society of London. B, Biological Sciences. 302 (1112): 605–718. doi:10.1098/rstb.1983.0079.
- ^ a b c d e f Ezcurra, Martín D.; Montefeltro, Felipe; Butler, Richard J. (2016). "The Early Evolution of Rhynchosaurs". Frontiers in Ecology and Evolution. 3: 142. doi:10.3389/fevo.2015.00142.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) - ^ a b c Langer, Max C. (2005). "Studies on continental Late Triassic tetrapod biochronology. II. The Ischigualastian and a Carnian global correlation". Journal of South American Earth Sciences. 19 (2): 219–239. doi:10.1016/j.jsames.2005.04.002.
- ^ a b c d e f g h Fitch, Adam J.; Haas, Merle; C'Hair, Wayne; Ridgley, Eugene; Ridgley, Ben (2023). "A New Rhynchosaur Taxon from the Popo Agie Formation, WY: Implications for a Northern Pangean Early-Late Triassic (Carnian) Fauna". Diversity. 15 (4): 544. doi:10.3390/d15040544.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) - ^ a b c d e f g h i j k l m n o p Morais, Jossano Rosso; Müller, Rodrigo Temp; Kerber, Leonardo; Pretto, Flávio Augusto (2025). "A post-hatchling rhynchosaur from the Brazilian Triassic and the ontogenetic development of key characters within Hyperodapedontinae". Journal of Systematic Palaeontology. 23 (1): 2581267. doi:10.1080/14772019.2025.2581267.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link) - ^ a b c d e f g h i Schiefelbein, Jeung Hee; Garcia, Maurício Silva; Doering, Mariana; Müller, Rodrigo Temp (2026). "A new hyperodapedontine rhynchosaur from a cynodont-dominated site (Upper Triassic) of southern Brazil". Royal Society Open Science. 13 (4): 260176. doi:10.1098/rsos.260176.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link) - ^ a b "Hyperodapedon". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). Wikimedia Foundation. 14 Mei 2026. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
- ^ a b c d Langer, Max C.; Schultz, Cesar L. (2000). "A new species of the Late Triassic rhynchosaur Hyperodapedon from the Santa Maria Formation of south Brazil". Palaeontology. 43 (4): 633–652. doi:10.1111/1475-4983.00143.
- ^ Schiefelbein, Jeung Hee; Garcia, Maurício Silva; Cabreira, Sérgio Furtado; da Silva, Lúcio Roberto; Müller, Rodrigo Temp (2025). "Craniomandibular osteology and the first record of the ocular skeleton in a South American rhynchosaur (Archosauromorpha, Hyperodapedontinae)". Palaeoworld. 34 (1): 100853. doi:10.1016/j.palwor.2024.07.002.
- ^ a b c d Mukherjee, Debarati; Ray, Sanghamitra (2014). "A new Hyperodapedon (Archosauromorpha, Rhynchosauria) from the Upper Triassic of India: implications for rhynchosaur phylogeny". Palaeontology. 57 (6): 1241–1276. doi:10.1111/pala.12113.
- ^ a b c Colombi, Carina Ester; Martínez, Ricardo Nestor; Alcober, Oscar Alfredo; Díaz, Marianela; Drovandi, Juan Martín; Alarcón, Carlos Mario (2025). "First evidence of aggregational behaviour by the archosauromorph Hyperodapedon sanjuanensis from the Upper Triassic Ischigualasto Formation, Argentina: Evidence for burrow habitats?". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 662: 112742. doi:10.1016/j.palaeo.2025.112742.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link) - ^ a b Chakraborty, Urmi; Mukherjee, Debarati; Ray, Sanghamitra (2024). "Assessing predator–prey interactions during the Late Triassic of India from bite marks on Hyperodapedon (Archosauromorpha, Rhynchosauria)". Journal of Vertebrate Paleontology. 44 (1): e2383735. doi:10.1080/02724634.2024.2383735.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link) - ^ Montefeltro, Felipe Chinaglia; Langer, Max Cardoso; Schultz, Cesar Leandro (2010). "Cranial anatomy of a new genus of hyperodapedontine rhynchosaur (Diapsida, Archosauromorpha) from the Upper Triassic of southern Brazil". Earth and Environmental Science Transactions of the Royal Society of Edinburgh. 101 (1): 27–52. doi:10.1017/S1755691010009060.
Bacaan lebih lanjut
- Benton, Michael J. (1983). "The Triassic reptile Hyperodapedon from Elgin: functional morphology and relationships". Philosophical Transactions of the Royal Society of London. B, Biological Sciences. 302 (1112): 605–718. doi:10.1098/rstb.1983.0079.
- Ezcurra, Martín D.; Montefeltro, Felipe; Butler, Richard J. (2016). "The Early Evolution of Rhynchosaurs". Frontiers in Ecology and Evolution. 3: 142. doi:10.3389/fevo.2015.00142.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) - Langer, Max C.; Schultz, Cesar L. (2000). "A new species of the Late Triassic rhynchosaur Hyperodapedon from the Santa Maria Formation of south Brazil". Palaeontology. 43 (4): 633–652. doi:10.1111/1475-4983.00143.
- Mukherjee, Debarati; Ray, Sanghamitra (2014). "A new Hyperodapedon (Archosauromorpha, Rhynchosauria) from the Upper Triassic of India: implications for rhynchosaur phylogeny". Palaeontology. 57 (6): 1241–1276. doi:10.1111/pala.12113.
- Morais, Jossano Rosso; Müller, Rodrigo Temp; Kerber, Leonardo; Pretto, Flávio Augusto (2025). "A post-hatchling rhynchosaur from the Brazilian Triassic and the ontogenetic development of key characters within Hyperodapedontinae". Journal of Systematic Palaeontology. 23 (1): 2581267. doi:10.1080/14772019.2025.2581267.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link) - Schiefelbein, Jeung Hee; Garcia, Maurício Silva; Doering, Mariana; Müller, Rodrigo Temp (2026). "A new hyperodapedontine rhynchosaur from a cynodont-dominated site (Upper Triassic) of southern Brazil". Royal Society Open Science. 13 (4): 260176. doi:10.1098/rsos.260176.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
Pranala luar
- The Early Evolution of Rhynchosaurs — Frontiers in Ecology and Evolution
- Artikel Langer dan Schultz mengenai Hyperodapedon Brasil — The Palaeontological Association
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.