Satyalancana Pengabdian
| Satyalancana Pengabdian | |
|---|---|
| Tipe | Satyalancana |
| Negara | |
| Dipersembahkan oleh | Presiden Indonesia |
| Syarat | Anggota Polri |
| Nama sebelumnya | Satyalancana Prasetya Pancawarsa |
| Status | Masih dianugerahkan |
VII tahun XVI tahun XXIV tahun XXXII tahun Pita tanda kehormatan | |
| Keutamaan | |
| Setara | Semua satyalancana sama tingkatannya |
Satyalancana Pengabdian adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada anggota kepolisian yang telah menjalankan tugas pokok selama beberapa tahun berturut-turut. Tanda kehormatan ini dibentuk bertujuan untuk menghargai jasa seorang anggota kepolisian yang telah bekerja bersungguh-sungguh dengan menunjukkan etika profesi sehingga dapat menjadi teladan bagi anggota kepolisian yang lain. Tanda kehormatan ini terdiri atas empat kelas menurut lamanya pengabdian yang setiap kelasnya berselisih satu windu (8 tahun).[1][2]
Sebelum adanya Satyalancana Pengabdian, anggota Polri telah diberikan sebuah bentuk penghargaan serupa atas pengabdian menjalankan tugas pokoknya. Penghargaan tersebut adalah Satyalancana Prasetya Pancawarsa. Satyalancana ini diberikan setiap lima tahun pengabdian, berbeda dengan Satyalancana Pengabdian yang diberikan setiap delapan tahun pengabdian.[3]
Bentuk
| 32 tahun Medali emas |
24 tahun Medali emas |
16 tahun Medali perak |
8 tahun Medali perunggu |
Satyalancana Pengabdian berbentuk lingkaran yang pinggirannya berbentuk seperti gerigi. Tepat di tengahnya terdapat perisai lambang Tribrata (lambang Polri) lengkap dengan tiga bintang bersudut lima di atasnya. Di atas tiga bintang tersebut tertulis teks "PENGABDIAN". Di sekitar perisai lambang Tribrata tersebut melingkar setangkai padi dan kapas. Setiap jenis satyalancana ini memiliki warna yang berbeda-beda, Satyalancana Pengabdian 32 tahun dan 24 tahun berwarna emas, 16 tahun berwarna perak, serta 8 tahun berwarna perunggu. Pita penggantung dari semua jenis satyalancana ini menggunakan motif lajur-lajur yang sama, yaitu berwarna dasar biru tua dengan lajur kuning di sisi kanan dan kirinya. Pada bagian tengah pita penggantung dilekatkan logam kecil berwarna perak yang merupakan angka romawi tahun dari jenis satyalancana.[4]
Lihat pula
Referensi
- ^ "Satyalancana Pengabdian" (PDF). Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diakses tanggal 2021-06-02.
- ^ Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan" (PDF). JDIH BPK RI. Diakses tanggal 2021-04-28.
- ^ "PP No. 204 Tahun 1961" (PDF). BPHN. 21 Juni 1961. Diakses tanggal 2023-12-30.
- ^ Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Lampiran III Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010" (PDF). JDIH Kementerian Sekretariat Negara. Diakses tanggal 2021-04-20.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.