Kekerasan

Kekerasan merupakan sebuah ekspresi baik yang dilakukan secara fisik ataupun secara verbal yang mencerminkan pada tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang yang dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang[1][2][3] umumnya berkaitan dengan kewenangannya yakni bila diterjemahkan secara bebas dapat diartinya bahwa semua kewenangan tanpa mengindahkan keabsahan penggunaan atau tindakan kesewenang-wenangan itu dapat pula dimasukan dalam rumusan kekerasan ini.[4]

Akar Kekerasan: Kekayaan tanpa bekerja, Kesenangan tanpa hati nurani, Pengetahuan tanpa karakter, Perdagangan tanpa moralitas, Ilmu tanpa kemanusiaan, Ibadah tanpa pengorbanan, Politik tanpa prinsip.

The Roots of Violence: Wealth without work, Pleasure without conscience, Knowledge without character, Commerce without morality, Science without humanity, Worship without sacrifice, Politics without principles.

Keragaman jenis dan definisi

Kekerasan pada dasarnya tergolong ke dalam dua bentuk —kekerasan insidental, yang mencakup kekerasan dalam skala kecil atau yang tidak terencanakan, dan kekerasan yang terkoordinasi, yang dilakukan oleh kelompok-kelompok baik yang diberi hak maupun tidak —seperti yang terjadi dalam perang (yakni kekerasan antar-masyarakat) dan terorisme.

Sejak Revolusi Industri, kedahsyatan peperangan modern semakin meningkat hingga mencapai tingkat yang membahayakan secara universal. Dari segi praktis, peperangan dalam skala besar dianggap sebagai ancaman langsung terhadap harta benda dan manusia, budaya, masyarakat, dan makhluk hidup lainnya di muka bumi. Secara khusus dalam hubungannya dengan peperangan, jurnalisme, karena kemampuannya yang kian meningkat, telah berperan dalam membuat kekerasan yang dulunya dianggap merupakan urusan militer menjadi masalah moral dan menjadi urusan masyarakat pada umumnya.

Transkulturasi, karena teknologi modern, telah berperan dalam mengurangi relativisme moral yang biasanya berkaitan dengan nasionalisme, dan dalam konteks yang umum ini, gerakan "antikekerasan" internasional telah semakin dikenal dan diakui peranannya.

Tipologi kekerasan[6]

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membagi kekerasan ke dalam tiga kategori besar: kekerasan yang diarahkan pada diri sendiri, kekerasan antarindividu, dan kekerasan kolektif.[6] Kategorisasi ini membedakan antara kekerasan yang dilakukan terhadap diri sendiri, oleh orang lain atau kelompok kecil, serta oleh kelompok besar seperti negara. Sebagai alternatif, kekerasan juga dapat diklasifikasikan terutama sebagai kekerasan instrumental atau kekerasan bermusuhan.[7]

Kekerasan terhadap diri sendiri

Kekerasan terhadap diri sendiri hadir dalam dua bentuk. Bentuk pertama adalah perilaku bunuh diri, yang mencakup pikiran untuk bunuh diri dan percobaan bunuh diri. Bentuk kedua adalah melukai diri sendiri, yang mencakup tindakan seperti mutilasi diri.

Cain slaying Abel, karya Peter Paul Rubens, sekitar 1600

Kekerasan kolektif

Pembantaian warga sipil Polandia selama pendudukan Nazi Jerman di Polandia, Desember 1939

Menurut WHO, kekerasan kolektif merujuk pada "penggunaan kekerasan secara instrumental oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota suatu kelompok—baik kelompok tersebut bersifat sementara maupun memiliki identitas permanen—terhadap kelompok lain atau sekelompok individu untuk mencapai tujuan politik, ekonomi, atau sosial".[8]: 82  Kekerasan kolektif dapat bersifat "tertarget"[9][10][11][12][13][14] atau stokastik.

Kekerasan politik mencakup konflik yang dipimpin oleh komunitas, oleh negara, maupun oleh berbagai jenis kelompok. Bentuk paling ekstrem dari kekerasan kolektif adalah ketika konflik berlangsung lama, berskala besar, dan bersifat politik: perang.[15] Penjelasan mengenai perang memerlukan analisis multifaktor.[16]

Kekerasan ekonomi mencakup serangan yang didorong oleh keuntungan ekonomi—misalnya serangan yang dilakukan untuk mengganggu aktivitas ekonomi, menolak akses terhadap layanan penting, atau menciptakan perpecahan dan fragmentasi ekonomi.

Kekerasan lambat sering kali tidak terlihat, berlangsung secara bertahap, dan bersifat struktural; terjadi melalui degradasi, keausan, dan pencemaran.[17]

Kekerasan struktural adalah bentuk kekerasan di mana suatu struktur sosial atau institusi sosial dapat merugikan orang dengan mencegah mereka memenuhi kebutuhan dasar atau hak-hak mereka.

Antarindividu

Saul menyerang Daud (yang sedang memainkan musik untuk menenangkan Saul), ukiran kayu tahun 1860 karya Julius Schnorr von Karolsfeld

Kekerasan antarindividu dapat dibagi ke dalam berbagai cara: jenis penyalahgunaan (fisik, emosional, dan lain-lain); lokasi terjadinya (rumah, tempat kerja, dan sebagainya); perbedaan usia antara orang-orang dalam hubungan tersebut (anak, lansia). Kekerasan ini dapat memengaruhi hubungan lain dari korban, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.[18]


Jenis-jenis kekerasan

  • Kekerasan yang dilakukan perorangan perlakuan kekerasan dengan menggunakan fisik (kekerasan seksual), verbal (termasuk menghina), psikologis (pelecehan), oleh seseorang dalam lingkup lingkungannya.
  • Kekerasan yang dilakukan oleh negara atau kelompok, yang oleh Max Weber didefinisikan sebagai "monopoli, legitimasi untuk melakukan kekerasan secara sah" yakni dengan alasan untuk melaksanakan putusan pengadilan, menjaga ketertiban umum atau dalam keadaan perang yang dapat berubah menjadi semacam perbuatanan terorisme yang dilakukan oleh negara atau kelompok yang dapat menjadi salah satu bentuk kekerasan ekstrem (antara lain, genosida, dll.).[19]
  • Tindakan kekerasan yang tercantum dalam hukum publik yakni tindakan kekerasan yang diancam oleh hukum pidana (sosial, ekonomi atau psikologis (skizofrenia, dll.)).
  • Kekerasan dalam politik umumnya pada setiap tindakan kekerasan tersebut dengan suatu klaim legitimasi bahwa mereka dapat melakukannya dengan mengatas namakan suatu tujuan politik (revolusi, perlawanan terhadap penindasan, hak untuk memberontak atau alasan pembunuhan terhadap raja lalim walaupun tindakan kekerasan dapat dibenarkan dalam teori hukum untuk pembelaan diri atau oleh doktrin hukum dalam kasus perlawanan terhadap penindasan di bawah tirani dalam doktrin hak asasi manusia.[20]
  • Kekerasan simbolik (Bourdieu, Theory of symbolic power),[21] merupakan tindakan kekerasan yang tak terlihat atau kekerasan secara struktural dan kultural (Johan Galtung, Cultural Violence)[22] dalam beberapa kasus dapat pula merupakan fenomena dalam penciptaan stigmatisasi.

Kekerasan antara lain dapat pula berupa pelanggaran (penyiksaan, pemerkosaan, pemukulan, dll.) yang menyebabkan atau dimaksudkan untuk menyebabkan penderitaan atau menyakiti orang lain, dan - hingga batas tertentu - kepada binatang dan harta-benda. Istilah "kekerasan" juga berkonotasi kecenderungan agresif untuk melakukan perilaku yang merusak.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ [1], Merriam-Webster Dictionary Retrieved February 8, 2010.]
  2. ^ [2] Diarsipkan 2020-03-19 di Wayback Machine., Oxford English Dictionary Retrieved February 8, 2010.
  3. ^ [3] Diarsipkan 2008-03-04 di Wayback Machine., American Heritage Dictionary, Violence, Retrieved February 8, 2010.
  4. ^ (Inggris) Adolf Berger Encyclopedic dictionary of Roman law, DIANE Publishing (1953) ISBN 0871694328 ISBN 978-0-87169-432-4
  5. ^ (Inggris) Nelson Mandela, In his own words, Little, Brown and Co., (2003), ISBN 0-316-11019-1 ISBN 978-0-316-11019-8
  6. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "WHO2002"
  7. ^ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 15 September 2015. Diakses tanggal 18 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
  8. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "WHO2014"
  9. ^ Fein, R.A., Vossekuil, B. & Holden, G. Threat Assessment: an approach to prevent targeted violence. NCJ 155000. Research in Action, September 1995, U.S. Department of Justice, National Institute of Justice, Washington, D.C.
  10. ^ Fein, R.A. & Vossekuil, B. "Assassination in the United States: an operational study of recent assassins, attackers, and near-lethal approaches". Journal of Forensic Sciences, 1999. 50: hlm. 321–33
  11. ^ Vossekuil B.; Borum R.; Fein R.A.; Reddy M. "Preventing targeted violence against judicial officials and courts". Annals of the American Academy of Political and Social Science. 2001 (576): 78–90.
  12. ^ Fein, R.A., Vossekuil, B., Pollack, W., Borum, R., Reddy, M.,& Modzeleski, W. Threat assessment in schools: A guide to managing threatening situations and creating safe school climates. U.S. Department of Education and U.S. Secret Service, Mei 2002
  13. ^ Reddy, M., Borum, R., Vossekuil, B., Fein, R.A., Berglund, J., & Modzeleski, W. "Evaluating risk for targeted violence in schools: Comparing risk assessment, threat assessment, and other approaches" dalam Psychology in the Schools, 2001. 38 (2): hlm. 157–72
  14. ^ Borum, R., Fein, R.A., Vossekuil, B. & Berglund, J. "Threat assessment: Defining an approach for evaluating risk of targeted violence". Behavioral Sciences and the Law, 1999. 17: hlm. 323–37
  15. ^ Šmihula, Daniel (2013): The Use of Force in International Relations, hlm. 64, ISBN 978-80-224-1341-1.
  16. ^ Balcells, Laia; Stanton, Jessica A. (11 Mei 2021). "Violence Against Civilians During Armed Conflict: Moving Beyond the Macro- and Micro-Level Divide". Annual Review of Political Science. 24 (1): 45–69. doi:10.1146/annurev-polisci-041719-102229.
  17. ^ Nixon, Rob (2011). Slow violence and the environmentalism of the poor. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 978-0-674-06119-4. OCLC 754842110.
  18. ^ Schechter DS, Willheim E, McCaw J, Turner JB, Myers MM, Zeanah CH (2011). "The relationship of violent fathers, posttraumatically stressed mothers, and symptomatic children in a preschool-age inner-city pediatrics clinic sample". Journal of Interpersonal Violence. 26 (18): 3699–3719. doi:10.1177/0886260511403747. PMID 22170456. S2CID 206562093.
  19. ^ (Inggris) Weber, Max (1994). "The President of the Reich". Dalam Peter Lassman, Ronald Speirs (ed.). Political writings. Cambridge University Press. hlm. 390. ISBN 0521397197, 9780521397193. {{cite book}}: ; Kutipan memiliki paramater tidak diketahui : |coauthors=; Periksa |isbn= value: karakter tidak valid
  20. ^ (Prancis)Jean-François Malherbe (Docteur en philosophie de l'Université catholique de Louvain et en théologie de l'Université de Paris), in Violence et démocratie, Sherbrooke, CGC, 2003.
  21. ^ (Inggris) Bourdieu, Pierre (1977). "Structures and The Habitus". Outline of a theory of practice. Cambridge University Press. hlm. 248. ISBN 052129164X, 9780521291644. {{cite book}}: ; Kutipan memiliki paramater tidak diketahui : |coauthors=; Periksa |isbn= value: karakter tidak valid
  22. ^ (Inggris) Galtung, Johan Galtung (1996). "PART IV: CIVILIZATION THEORY - 1.1 Cultural Violence". Peace by peaceful means: peace and conflict, development and civilization. SAGE. hlm. 280. ISBN 0803975112, 9780803975118. {{cite book}}: ; Kutipan memiliki paramater tidak diketahui : |coauthors=; Periksa |isbn= value: karakter tidak valid

Rujukan

Catatan

Catatan 1: Kerusakan harta benda biasanya dianggap masalah kecil dibandingkan dengan kekerasan terhadap orang, sementara tindakan menyakiti binatang dapat dianggap sebagai kekerasan, tergantung pada situasi dan nilai-nilai sosial yang terkait dengan kekejaman terhadap binatang.

Pranala luar

Bacaan

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.