Museum Mulawarman

Museum Mulawarman
Museum Mulawarman (tampak dari depan)
PetaKoordinat: 0°24′47.09″S 116°59′25.44″E / 0.4130806°S 116.9904000°E / -0.4130806; 116.9904000
Didirikan1936 (sebagai istana)
1971 (dijadikan museum)
LokasiTenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia[1]
JenisMuseum ilmu pengetahuan

Museum Mulawarman adalah sebuah museum di kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia. Museum ini merupakan bekas istana dari Kesultanan Kutai Kartanegara yang dibangun oleh arsitek Belanda Holland Beton Mattscappy (HBM) pada 1935 tepat pada masa pemerintahan Sultan Aji Mohammad Parikesit dan rampung pada 1938.[2] Museum ini diresmikan sebagai Museum Kutai pada 25 November 1971 oleh Gubernur Abdoel Wahab Sjahranie, lalu diserahterimakan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 18 Februari 1976 dan berganti nama menjadi Museum Negeri Provinsi Kalimantan Timur "Mulawarman".[3]

Sejarah

Gedung utama Museum Mulawarman merupakan bekas istana Kutai Kertanegara yang dibangun oleh perusahaan beton Belanda bernama Hollandsche Beton Maatschappij (HBM)[4] dengan gaya arsitektur Eropa Klasik. Sehubungan dengan dihapuskannya Kesultanan Kutai pada 1960, Istana Kutai diganti rugi oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan Timur kepada pemiliknya, yaitu mantan Sultan AJi Muhammad Parikesit dengan biaya Rp 64 juta.[5]

Bahan bangunannya didominasi oleh beton mulai dari ruang bawah tanah, lantai, dinding, penyekat hingga atap. Di halaman depan Museum terdapat duplikat Patung Lembuswana yang merupakan lambang Kerajaan Kutai Kartanegara. Arsitektur dari museum ini mengadopsi dari arsitektur tradisional Suku Dayak yang ada di Kutai.[6]

Pada Agustus 1964, sekelompok massa menyerang istana ini.[2] Massa membakar pakaian kebesaran Sultan di halaman keraton. Sebagian besar patung-patung, lambang-lambang kesultanan, gambar-gambar sultan beserta pakaian kebesarannya dibakar. Tiang benderanya yang terlalu tinggi (lebih dari 30 m) dirobohkan.[7]

Selain itu, massa yang diperintahkan Pangdam IX Mulawarman Kol. Soehario Padmodiwirio berencana membakar istana Kutai sebagaimana dilakukannya terhadap keraton Sultan Bulungan yang dibakar hingga rata dengan tanah. Namun, rencana itu urung terjadi karena Gubernur Kaltim Abdoel Moeis Hassan mengirim polisi berlatar etnis Banjar untuk mengamankan bangunan tersebut.[8] Moeis Hassan juga memerintahkan Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda untuk mengamankan kediaman Parikesit tersebut. Bentuk pengamanan yang terjadi adalah penyegelan keraton.[9]

Pada tahun 1979, Museum Kutai resmi berganti nama menjadi Museum Provinsi Kalimantan Timur Mulawarman. Perubahan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 093/O/1979 tanggal 28 Mei 1979, yang sekaligus menetapkan museum tersebut sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan. Memasuki era reformasi, penerapan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah membawa perubahan dalam pengelolaan museum. Ketentuan mengenai keberadaan museum diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000, khususnya pada Lampiran II Pasal 3 Ayat (5) Angka 10 Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Huruf (f). Sebagai tindak lanjut dari regulasi tersebut, diterbitkan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 16 Tahun 2001 yang menetapkan Unit Pelaksana Teknis Museum Provinsi Mulawarman berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur.[10]

Koleksi

Di dalam Museum Mulawarman tersimpan 5.570 koleksi[11] yang terdiri benda-benda sejarah yang pernah digunakan oleh Kesultanan seperti Singgasana, Tempat Peraduan, Pakaian Kebesaran, Tombak, Keris, Meriam, Kalung dan Prasasti Yupa serta Koleksi Keramik Cina. Setiap tahun dilaksanakan Upacara Erau, yaitu tarian Khas Kedaton Upacara Adat dan Mengulur Naga di Desa Kutai Lama. Di mana pada setiap pelaksanaan Erau juga ditampilkan atraksi Seni Budaya baik berupa Tarian Tradisional dan Upacara Adat dari berbagai Suku lainnya di Indonesia serta mancanegara. Prosesi Beluluh dilakukan setiap hari selama Upacara Erau dilaksanakan.[12]

Museum Mulawarman terdiri dari dua lantai. Di lantai bawah terdapat koleksi keramik Cina. sedangkan lantai 1 berisi koleksi peninggalan bercorak kesenian. Di belakang museum, pengunjung bisa berbelanja cendera mata khas budaya Dayak, batu perhiasan, maupun cendera mata lainnya.[13]

Di dalam museum juga tersimpan benda-benda yang mempunyai nilai sejarah dan seni yang tinggi yang pernah digunakan oleh Kesultanan seperti:

  • Singgasana, sebagai tempat duduk Raja dan Permaisuri. Kursi ini terbuat dari kayu, dudukan dan sandarannya diberi berlapis kapuk yang berbungkus dengan kain yang berwarna kuning, sehingga tempat duduk dan sandaran kursi tersebut terasa lembut. Kursi ini dibuat dengan gaya Eropa, penciptanya adalah seorang Belanda bernama Ir. Vander Lube pada tahun 1935.
  • Patung Lembuswana, Lambang Kesultanan Kutai, dibuat di Birma pada tahun 1850 dan tiba di Istana Kutai pada tahun 1900. Lembuswana diyakini sebagai kendaraan tunggangan Batara Guru. Nama lainnya adalah Paksi Liman Janggo Yoksi, yakni Lembu yang bermuka gajah, bersayap burung, bertanduk seperti sapi, bertaji dan berkukuh seperti ayam jantan, berkepala raksasa dilengkapi pula dengan berbagai jenis ragam hias yang menjadikan patung ini terlihat indah.
  • Kalung Uncal, benda ini merupakan atribut dan benda kelangkapan kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara yang digunakan pada waktu penobatan Sultan Kutai menjadi Raja atau pada waktu Sultan merayakan ulang tahun kelahiran dan penobatan Sultan serta acara sakral lainnya.
  • Meriam Sapu Jagad Peninggalan VOC, Belanda
  • Prasasti Yupa, yang trdapat di Museum ini adalah tiruan dari Yupa yang asli yang terdapat di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti Yupa adalah prasasti yang ditemukan di bukit Brubus Kecamatan Muara Kaman. ke-7 prasasti ini menadakan dimulainya zaman sejarah di Indonesia yang merupakan bukti tertulis pertama yang ditemukan berupa aksara Pallawa dalam bahasa Sanskerta.
  • Seperangkat Gamelan dari Keraton Yogyakarta 1855
  • Arca Hindu
  • Seperangkat Meja Tamu peninggalan Kesultanan Bulungan
  • Ulap Doyo, hasil kerajinan Suku Dayak Benuaq
  • Minirama tentang sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara
  • Koleksi Numismatika (mata uang dan alat tukar lainnya)
  • Koleksi Keramik dari Cina, Jepang, Vietnam dan Thailand
  • Dan lain-lain.

Museum ini juga menyimpan bom udara yang diduga adalah peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di kawasan hutan Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada 2024.[14]

Jarak tempuh museum Mulawarman dari Balikpapan berkisar 3 jam perjalanan darat dan dari Samarinda berkisar 45 menit.

Lokasi

Museum Mulawarman beralamat di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 26, Kecamatan Tenggarong.[15] Wilayahnya termasuk bagian dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

Referensi

  1. ^ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Tenggarong". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 1 Juni 2025. {{cite web}}: ; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. ^ a b Zaenal M, Achmad (2024-02-12). "Museum Mulawarman, narator hidup sejarah dan budaya Kaltim". Antara News. Diakses tanggal 2025-05-28.
  3. ^ Penyusun, Tim (2011). Buku Panduan Museum Mulawarman. Tenggarong: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata UPTD Museum Negeri Provinsi Kalimantan Mulawarman. hlm. 6–7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  4. ^ Zaenal M, Achmad (2024-02-12). "Museum Mulawarman, narator hidup sejarah dan budaya Kaltim". Antara News. Diakses tanggal 2025-06-02.
  5. ^ D, Abd. Djabar (1993). Koleksi Pilihan Museum Negeri Propinsi Kalimantan Timur Mulawarman. Tenggarong: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Wilayah Propinsi Kalimantan Timur Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman Kalimantan Timur. hlm. 3 & 5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  6. ^ "Musium Mulawarman dan Makan Raja Kutai". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-07-28. Diakses tanggal 2010-08-24. {{cite web}}:
  7. ^ Soetoen, Anwar (1975). "Pertumbuhan Pemerintahan Daerah Kabupaten Kutai dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya”, dalam Dari Swapraja ke Kabupaten Kutai. Tenggarong: Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kalimantan Timur. hlm. 240.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  8. ^ Magenda, Burhan Djabier (1991). East Kalimantan: The Decline of a Commercial Aristocracy. New York: Cornell Modern Indonesia Project. hlm. 62.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  9. ^ Hassan, A. Moeis (1994). Ikut Mengukir Sejarah. Jakarta: Yayasan Bina Ruhui Rahayu. hlm. 231.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  10. ^ Marijan, Kacung (2012) Album budaya: direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 550
  11. ^ Rifandi, Ahmad (2025-01-18). "Peninggalan Kesultanan Kutai jadi magnet pengunjung Museum Mulawarman". Antara News. Diakses tanggal 2025-05-28.
  12. ^ Indriani (2017-07-29). "Masyarakat padati Museum Mulawarman saksikan prosesi Beluluh". Antara News. Diakses tanggal 2025-05-28.
  13. ^ Liputan6.com (2011-08-13). "Wisata Sejarah di Kota Tenggarong". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-05-15.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  14. ^ Bagus Purwaniawan, Nyaman (2024-01-04). "Bom Perang Dunia II ditemukan di Penajam disimpan di Museum Mulawarman". Antara News. Diakses tanggal 2025-05-28.
  15. ^ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid II (PDF). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 329. ISBN 978-979-8250-67-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.